Sapu dan pel dipakai hampir setiap hari, tapi sering disimpan sembarangan. Akibatnya, bulu sapu cepat mekar, kepala pel berbau apek, dan alat lebih cepat rusak. Cara menyimpan sapu dan pel yang benar sebenarnya sederhana: bersihkan, keringkan, simpan dalam posisi tegak, dan jauhkan dari tempat lembap.

Mengapa cara menyimpan sapu dan pel itu penting
Banyak kerusakan pada sapu dan pel terjadi bukan karena dipakai, tapi karena salah simpan. Beberapa yang paling sering terjadi:
- Bulu sapu bengkok karena terus bertumpu pada ujungnya.
- Kain pel yang tidak kering menjadi sarang jamur dan bau.
- Debu dan kotoran menempel lagi saat alat disandarkan di lantai yang kotor.
Cara menyimpan sapu dan pel dengan benar
1. Bersihkan dulu sebelum disimpan
Buang debu, rambut, dan kotoran yang menempel di bulu sapu. Sapu yang langsung disimpan dalam keadaan kotor akan lebih cepat rusak.
2. Pastikan sapu benar-benar kering
Kalau sapu sempat terkena air, keringkan dulu di tempat yang berudara baik. Jangan dijemur terlalu lama di bawah matahari langsung.
3. Simpan dalam posisi tegak atau digantung
Sandarkan sapu di dinding atau gantung dengan bagian bulu menghadap ke atas. Hindari menyimpan sapu dengan bulu menempel di lantai dalam waktu lama, karena bulu akan bengkok.
4. Ikat bulu sapu saat disimpan
Untuk sapu ijuk, ikat bulunya dengan karet agar tidak mudah mekar. Lepaskan ikatan saat akan dipakai.
Catatan penting: sapu ijuk tidak untuk dicuci atau direndam, dan tidak untuk menyapu lantai yang basah.
Cara menyimpan pel (mop) dengan benar
1. Cuci setelah setiap pemakaian
Lepaskan kain pel dari gagangnya, rendam dengan air dan sedikit deterjen, bilas sampai bersih, lalu peras sampai tidak menetes.
2. Jemur sampai benar-benar kering
Jangan biarkan kain pel tetap lembap di gagang atau di dalam ember tertutup. Kondisi lembap inilah yang membuat bau apek muncul.
3. Gantung pel dengan gantungan di dinding
Gunakan gantungan pel di dinding yang kering, supaya kepala pel tidak menyentuh lantai dan cepat kering. Kalau tidak punya gantungan, berdirikan pel dengan kepala menghadap ke atas.
4. Desinfeksi secara berkala
Sekitar seminggu sekali, rendam kepala pel dengan air hangat dan sedikit cuka atau disinfektan. Ikuti aturan pemakaian pada kemasan disinfektan yang kamu gunakan.
5. Ganti kepala pel jika sudah rusak
Ganti kepala pel bila sudah tipis, seratnya rusak, atau bau tidak hilang meski sudah dicuci dan dijemur.
Tempat penyimpanan yang disarankan
- Dinding yang kering, dengan gantungan sapu dan pel.
- Lemari atau rak tertutup yang berventilasi baik.
- Hindari kamar mandi yang selalu basah atau sudut dekat saluran air.
Kesalahan yang sering terjadi
- Menyandarkan sapu dengan bulu tertekan di lantai dalam waktu lama.
- Meninggalkan kepala pel basah di dalam ember yang tertutup.
- Merendam sapu ijuk, sehingga bulunya cepat rusak.
- Menyimpan alat di area lembap yang dekat dengan saluran air.
Kebiasaan kecil agar sapu dan pel lebih awet
- Bersihkan alat langsung setelah selesai dipakai, jangan ditunda.
- Pisahkan sapu dan pel untuk kamar mandi dan untuk lantai ruangan lain.
- Periksa kondisinya sebulan sekali. Kalau bulu sudah mekar atau kepala pel sudah tidak nyaman dipakai, pertimbangkan untuk menggantinya.
Kesimpulan
Cara menyimpan sapu dan pel yang benar adalah bersihkan, keringkan, simpan dalam posisi tegak atau digantung, dan jauhkan dari area lembap. Dengan kebiasaan ini, sapu dan pel bisa dipakai lebih lama dan tetap bersih setiap kali digunakan.
Lihat pilihan sapu Nagoya dan pel Nagoya agar membersihkan rumah lebih mudah.
